Senin, 01 Agustus 2016

PRIME TIME



Surat Kecil untuk William Wordsworth

http://blog.beyourownyou.com/wp-content/uploads/2015/04/be-yourself.jpg

Kau cukup melepaskan dirimu dari hiru pikuk planetmu
 untuk sampai di planet kami yang penuh
dengan hal-hal yang menakjubkan


Terus terang saja aku telah jatuh hati ketika pertama kali aku membacamu dengan segala sesuatu yang kau yakini. Apakah kau masih mengingat obrolan hangat kita di cafĂ© baca pinggiran kota? Ketika langit berwarna kuning seperti jeruk di atas meja makan ibu yang tak pernah tersentuh oleh ayah bertahun-tahun. Kita adalah orang “yang merenung dan terus merenung/ menjelajah samudra pikiran serba asing sendirian “. Jika saja neuron –neuron di otakku ini tak berkarat tentu kata-kata yang kukutip dari pemikiran liarmu itu tak salah.

Sebuah pilihan menjadi manusia soliter adalah upaya untuk membunuh diri sendiri di depan hiru pikuk jutaan pilihan hidup yang tersedia di depan mata. Bahkan kini aku sadar tak memilih pun itu adalah sebuah pilihan. Dan kini aku mulai setuju denan pendapatmu tentang mereka (kawanan soliter) adalah mereka yang menantang diri sendiri untuk menghidupkan sebuah keheningan di tengah taman yang ramai dikunjungi orang-orang.  Namun kau tahu perasaan solitude adalah langkah awal yang baik untuk jujur pada diri sendiri.

Kini musim di planetku telah berganti. Anak-anak kecil telah berusaha menjadi dewasa dengan apa yang mereka dengar dan apa yang mereka lihat. Namun topeng soliter itu tetap melekat padaku.  Sederhana saja, aku hanya ingin menunjukkan pada semua peragu tentang keberadaanku, ketidaksamaanku, dan aku ingin mereka mengakui semua itu.

Setiap matahari berjanji untuk menyinari dunia dalam satu hari, aku berharap akan menjumpai orang-orang baru dalam hidupku. Dan kita akan memulainya dengan sebuah perbincangan hangat. Tentang sesuatu yang sedikit dan nyaris tak ada dalam benak  manusia lainnya. Mungkin tentang menyembuhkan orang dari penyakit alergi baca, alergi menulis, syndrome tak mau mendengarkan, dan buta akan keharusan hidup bertoleransi di muka bumi.
Namun rasanya sesak  ketika melihat sebagian dari mereka hanya pandai berdiskusi perihal teori denganku. Tentu kami akan berbicara tentang sebuah mekanisme, namun ketika kita berusaha menjadikan semua ini nyata, aku tersadar jika kini tak ada satu pun orang di belakangku.

Menjadi manusia soliter bukan berarti kau tak membutuhkan orang lain dalam hidupmu. Namun hanya menolak untuk ditemani tapi tak juga ingin ditinggalkan. Merenung dan berjalan sendiri adalah cara kaum soliter untuk mengumpulkan partikel-partikel energi untuk menghadapi mata dunia yang terkadang tak bersahabat. Dengan begitu topeng yang mereka gunakan akan terlihat sempurna.

Selain engkau ada seorang sahabat dari seberang yang mulai kubaca. Para kawan di luar sana sering memanggilnya dengan Baudrillard dengan dogma yang memikat hati. Jika manusia identic dengan diri sendiri ketika ia tidur, pingsan, dan mati.